🔙

Kemerdekaan dan Martabat hanya bisa direbut dengan paksa

[]

Syeikh Khader Adnan mengajarkan kepada kita melalui keteguhan dan ketabahan Beliau bahwa kemerdekaan dan martabat hanya bisa direnggut dengan paksa dari tangan penjajah, dengan perut kosong. Martabat, kemerdekaan, dan kehormatan itu tidak dijual juga tidak dapat dibeli. Mereka para pahlawan yang bertahan maupun gugur di balik jeruji besi para kriminal penjajah, mereka para pahlawan ini membela kehormatan dan martabat kita semua manusia yang merdeka, merebut kemerdekaan bangsa dari tangan para najis kriminal, menjadi teladan bahwa jeruji besi bukanlah akhir dari segalanya. Rumah paling indah di Baitul Maqdis dan negeri-negeri bermartabat lainnya adalah rumah yang anggota keluarganya dipenjara dan menghadapi penderitaan yang paling tidak terbayangkan demi membela kemerdekaan.

__________
Wahai anak-anak laki-laki, wahai anak-anak perempuan...,
Wahai saudara-saudara laki-laki, wahai saudara-saudara perempuan...,
Wahai pembeli, wahai siapa pun Anda di toko-toko...,
Wahai yang mencari nafkah...
Ada yang mencari sesuatu yang lebih berharga daripada nafkah.
Mereka mencari Kemerdekaan kita. Untuk Kehormatan kita. Untuk Martabat kita.
Ia tidak dibeli. Ia tidak dijual.
Martabat tidak dibeli. Juga tidak dijual.
Justru, martabat itu harus direnggut dengan paksa, dengan perut kosong!
Mereka memperjuangkan Martabat saya dan kalian!
Mereka membela Kehormatan saya dan kalian!
Mengapa kita meninggalkan Hisyam?
Dan untuk siapa kita meninggalkan Hisyam?
Untuk anjing-anjing mana?
Untuk anjing-anjing pemukim ilegal mana?
Untuk Bennett?
Untuk Gantz?
Dengan kekejaman mereka?
Untuk siapa di antara mereka?
Apakah kita telah kehilangan Martabat kita? Yang memungkinkan penajajah menginjak-injak kita?
Apakah kita telah kehilangan Kehormatan kita?
Apakah kita telah kehilangan kartu yang menjadi kekuatan kita? Yang memungkinkan penjajah membunuh Martabat kita?
Dengan pembunuhan Hisyam?

Resistance News Network (https://t.me/PalestineResist)

×