🔙

Siapa Syekh Khader Adnan?

[]

Syekh Khader Adnan adalah Simbol Perlawanan. Dia adalah seorang tukang roti, matematikawan, dan ayah dari sembilan anak. Dalam 45 tahun hidupnya, dia telah ditangkap oleh Zionis atau Otoritas Palestina yang berkhianat sebanyak 12 kali. Pada enam kesempatan, dia melakukan aksi mogok makan (hunger strikes) yang panjang.

Sebenarnya, Syekh lah sang pelopor Aksi Perlawanan Ini (hunger strikes) di penjara Zionis. Meskipun dia bukan tahanan pertama yang melakukan mogok makan, Syekh Khader menciptakan persamaan pertempuran perut kosong dalam salah satu aksi mogok makan pertamanya pada tahun 2011, yang menarik perhatian masyarakat dunia pada isu Penahanan Administratif (administrative detention, penahanan tanpa kesalahan, tuduhan atau pengadilan) dan menciptakan tsunami ribuan tahanan yang ikut melakukan mogok makan dalam bulan-bulan dan tahun-tahun setelahnya.

Selama aksi mogok makan heroik selama 66 hari, Syekh Khader menyatakan dari sel penjaranya dalam video yang direkam: "Aksi mogok makan akan terus berlanjut! Aksi mogok makan akan terus berlanjut! Aksi mogok makan akan terus berlanjut! Sampai pembebasan, kehormatan, dan martabat Palestina diperoleh."

Syekh Khader memenangkan kebebasannya dari penjara zionis meskipun menghadapi penyiksaan, pelecehan, isolasi di sel tikus, dan ancaman dari IOF saat melakukan aksi itu. Entitas zionis sangat ketakutan dengan gerakan yang sedang diciptakan oleh Syekh Khader.

Pada tahun 2015, Syekh melakukan aksi mogok makan lagi, dan penjajah zionis mengancamnya dengan pemberian makanan paksa, teknik yang digunakan di Guantanamo yang telah digunakan IOF untuk membunuh para tahanan Palestina di masa lalu.

Pada tahun 2018, dia melakukan lagi aksi mogok makan sebelum mendapatkan kebebasannya. Delapan tahun hidupnya telah dihabiskan di penjara zionis, sebagian besar di bawah penahanan administratif tak terbatas.

Dari Bobby Sands hingga Samer Al-Issawi dan Hisham Abu Hawwash, ribuan tahanan telah menggunakan strategi mogok makan, menggunakan tubuh mereka sebagai senjata melawan penindas mereka. Samer Al-Issawi melakukan mogok makan terpanjang yang pernah dilakukan oleh tahanan Palestina pada tahun 2012, mencapai 166 hari.

Syekh Khader mengilhami 2.000 tahanan untuk melakukan aksi mogok makan serupa selama 28 hari beberapa bulan sebelumnya, dan mengilhami 1.500 tahanan lainnya untuk melakukan mogok makan yang sama pada tahun 2017.

Setelah pertempuran Saif Al-Quds pada Mei 2021, era baru gerakan tahanan Palestina yang terinspirasi oleh Syekh Khader Adnan dimulai, ditandai dengan puluhan aksi mogok makan yang berhasil, seperti mogok makan sang tahanan, Hisham Abu Hawwash selama 141 hari. Syekh Khader telah menggunakan taktik baru seperti penolakan untuk mengambil suplemen atau pemeriksaan medis, mengilhami orang lain.

Syarat-syarat persamaan pertempuran jelas: pengadilan zionis tidak sah dan Rakyat Palestina ditahan tanpa kesalahan, tuduhan maupun pengadilan. Zionis bersikeras pada eksekusi lambat (pembunuhan), sesuai dengan prinsip genosida yang dilakukan oleh entitas penjajah itu di Gaza, dan mencoba memperpanjang aksi mogok makan tahanan yang sangat sabar nan teguh ini selama mungkin.

Pada 5 Februari, Zionis menculik Syekh Khader yang bebas dari rumahnya di Jenin. Dia mengumumkan aksi mogok makannya dari saat itu, saat dia dibawa pergi oleh zionis, dengan kepala yang tegak. Tidak seperti 11 penangkapan lainnya, zionis membawa tuduhan terhadapnya kali ini, mengklaim bahwa dia milik organisasi PIJ yang dianggap oleh zionis sebagai penebar teror. Syekh memandang tuduhan ini tidak berdasar, dan pada tahun 2023, seperti pada tahun 2012, aksi mogok makan ini terus berlanjut.

Mogok makan ini telah menjadi yang paling keras dampaknya bagi tubuhnya. Kesehatannya semakin memburuk secara signifikan, dan Faksi Perlawanan telah mengancam kemungkinan respons yang keras jika Syekh menjadi syahid karena eksekusi lambat yang disengaja oleh para zionis itu. Syekh Khader tetap teguh, namun dia membutuhkan dukungan rakyat Palestina dan para sekutu Palestina untuk mendapatkan kebebasannya.

Resistance News Network (https://t.me/PalestineResist)

×