... Gett, sebuah perusahaan transportasi yang berfokus pada penumpang korporat dan terkenal di London sebagai aplikasi pemesanan taksi hitam (black cabs), didirikan oleh mantan anggota Unit 8200, Roy More dan Shahar Waiser. Another notable GPS navigation app is Waze, probably the most famous Israeli app of the last decade, which was also founded by ex-Unit 8200 spies and acquired by Google in 2013 for $1.3 billion. Aplikasi navigasi GPS terkenal lainnya adalah Waze, mungkin aplikasi Israel yang paling terkenal dalam dekade terakhir, yang juga didirikan oleh mantan mata-mata Unit 8200 dan diakuisisi oleh Google pada tahun 2013 dengan harga $ 1,3 miliar. In other words, in today's world, if you don't question who's behind these digital giants, your clicks might be complicit in the ongoing genocide in Gaza. Dengan kata lain, di dunia saat ini, jika Anda tidak mempertanyakan siapa yang berada di balik raksasa-raksasa digital ini, klik-klik Anda bisa jadi terlibat dalam genosida yang sedang berlangsung di Gaza.
... - In addition to owning a 53.8% stake in Osem Investments, an Israeli food producer, Nestlé’s ties with Israel are also evident through various investments and collaborations. Nestlé is everywhere, it even has a 20% stake in L'Oréal. And these are just some of the company's products you know. “Good Food, Good Life,” as the Nestlé slogan says. But after all these examples, ask yourself, is that really so?
... đź’€ Contohnya, sistem senjata dan targetting berbasis AI canggih Israel yang dijuluki "pabrik pembunuhan" didukung oleh raksasa teknologi seperti Google, Amazon, Microsoft, IBM, dan Palantir. Perusahaan-perusahaan ini mempersenjatai militer Israel dengan sistem komputasi, teknologi pengawasan, dan komunikasi yang mempercepat genosida di Gaza serta mengotomatiskan apartheid di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. đź’€ Semua teknologi yang ditargetkan oleh BDS (Gerakan Boikot, Divestasi, dan Penjatuhan Sanksi) merupakan sasaran boikot strategis. Jika ada alternatif yang memungkinkan di lokasi Anda, Gerakan BDS menganjurkan untuk memboikot produk Amazon, Motorola, Intel, HP, dan Microsoft sebisa mungkin. Target-target Perusahaan teknologi yang berperan besar dalam perang genosida di Gaza-Palestina tersebut adalah: AMAZON (Kampanye yang dipimpin oleh para karyawan Amazon), GOOGLE/ALPHABET (Kampanye yang dipimpin oleh para karyawan Google/Alphabet), INTEL (BDS dan kampanye yang dipimpin oleh para karyawan Intel), MICROSOFT (Kampanye yang dipimpin oleh para karyawan Microsoft), ORACLE (Kampanye yang dipimpin oleh para karyawan Oracle.p), CISCO (Kampanye yang dipimpin Gerakan BDS dan Mitra, Link: https://bdsmovement.net/cisco), HP (Kampanye yang dipimpin Gerakan BDS dan Mitra), PALANTIR (Kampanye yang dipimpin Gerakan BDS dan Mitra, Link: https://drive.google.com/file/d/1g9CVfmKl_5AV1dhrofP1mv1dtErKPGnK/view?usp=sharing), IBM, DELL, META, dan MOTOROLA SOLUTIONS (Link: https://www.whoprofits.org/companies/company/3808).
... Sementara telah maklum bahwa mendukung tindakan yang diharamkan hukumnya haram. Dengan demikian, barang tersebut secara materi tetap sebagaimana asalnya. Namun, jika ada kemaslahatan yang dituju, seperti mengingatkan untuk tidak bekerja sama dengan pihak yang mendukung agresi Israel, kita bisa memberikan pemahaman dan mengingatkan agar tidak membeli produk dari pihak yang mendukung agresi Israel. Diberi pemahaman bahwa satu rupiah yang kita transaksikan dengan pihak yang mendukung agresi Israel, berarti kita berkontribusi menumpahkan darah di Palestina. Sementara, untuk status barangnya, dia tetap boleh digunakan jika sudah dibeli, mengingat produk tersebut tidak haram secara zat, tetapi haram karena hal lain (haram li ghairihi).