📌 2025-12-28 [Resistance News Network ]
🟢 Pemimpin Hamas dan mantan pejuang Al-Qassam, Tayseer Suleiman, kepada Al-Jazeera:
—
Kegagalan pendudukan untuk menembus Gerakan ini disebabkan oleh struktur keamanan yang kokoh dan pengalaman bertahun-tahun dalam menghadapi upaya spionase.
Hamas tidak mendasarkan posisinya pada apa yang dipublikasikan media "Israel" atau bocoran informasi; melainkan, Gerakan ini menangani masalah pelanggaran keamanan sebagai konflik yang berlangsung puluhan tahun.
Gerakan ini memiliki aparatur keamanan internal khusus yang berfokus pada kontra-spionase, dan semua anggotanya memahami sifat metode yang digunakan oleh pendudukan. Kesadaran ini terbentuk melalui bertahun-tahun budaya kerja organisasi, baik di dalam maupun di luar penjara.
Gerakan ini, dalam kapasitasnya sebagai Gerakan Perlawanan, menganggap menghadapi upaya penetrasi sebagai bagian esensial dari perjuangannya melawan pendudukan. Pengalaman keamanan yang dikumpulkan oleh Gerakan ini telah memungkinkannya menggagalkan upaya penetrasi yang digambarkan sebagai berkualitas. Pendudukan akan terus berusaha menembus Faksi-faksi Perlawanan, sebagai imbalan atas konfrontasi berkelanjutan Hamas dan penggagalan rencananya.
📌 2025-12-22 [Quds News Network]
Kantor Media Pemerintah di Gaza menyatakan bahwa Israel penjajah telah melanggar perjanjian gencatan senjata (ceasefire) sebanyak 875 kali dalam 73 hari terakhir, mengakibatkan 411 warga Palestina terbunuh dan 1.112 orang terluka.
📌 2025-11-25 [Al Mayadeen English]
Seiring dengan datangnya musim dingin, kondisi di Jalur Gaza terus memburuk, terutama karena pendudukan Israel terus melanggar gencatan senjata.
“Israel” telah meninggalkan warga Palestina di Gaza tanpa jalan keluar: jika bom tidak menghujani mereka, hujan akan merendam mereka.
Tenda-tenda darurat terendam air, dan apa yang tersisa dari rumah sakit di Gaza menghadapi nasib serupa. Dalam video ini, bagian-bagian Rumah Sakit Kuwait di Khan Younis, selatan Gaza, terlihat terendam air.
Hal ini terjadi pada saat warga Palestina hampir tidak memiliki apa-apa, dengan bantuan yang masuk hanya sebatas minimal, setelah dua tahun genosida dan blokade.
📌 2025-11-25 [Al Mayadeen English]
Dua tahun setelah perang di Gaza, aliran dana senjata AS untuk mendukung serangan "Israel" belum surut.
Lebih dari $32 miliar senjata Amerika telah disetujui sejak 2023, sementara lebih dari 68.000 warga Palestina telah terbunuh.
Perusahaan pertahanan dan teknologi raksasa meraih rekor keuntungan, mulai dari kesepakatan jet tempur senilai miliaran dolar Boeing hingga alat kecerdasan buatan (AI) Big Tech yang digunakan oleh pasukan Israel. Bantuan tetap langka dan kacau, sementara Kongres mempertimbangkan lagi penjualan senjata senilai $6 miliar.
Perang yang menelan korban manusia yang tak terbayangkan telah berubah menjadi bisnis yang booming bagi Amerika Serikat.
📌 2025-11-25 [Al Mayadeen English]
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez Parrilla, mengecam "serangan Israel di Beirut," menyebutnya sebagai "pelanggaran baru dan serius terhadap perjanjian gencatan senjata, hukum internasional, dan kedaulatan Lebanon."
Dia juga memperingatkan bahwa "rezim Zionis tidak dapat terus bertindak dengan kekebalan hukum di Timur Tengah," seraya menambahkan bahwa tindakan semacam itu "mengancam upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai perdamaian dan stabilitas regional."
📌 2025-11-25 [Al Mayadeen English]
Gaza Humanitarian Foundation (GHF), yang disokong oleh Amerika Serikat dan "Israel," mengumumkan pada Senin bahwa mereka akan menghentikan operasinya setelah berbulan-bulan mendapat kritik atas kematian ratusan warga Palestina yang mencoba mencapai titik distribusi mereka.
Kelompok tersebut, yang beroperasi di luar sistem PBB dan mengabaikan lembaga kemanusiaan yang sudah ada, langkah yang dikritik dan dianggap tidak konvensional, mengambil keputusan tersebut beberapa minggu setelah menghentikan aktivitasnya pasca gencatan senjata 10 Oktober di Gaza.
📌 2025-11-25 [Al Mayadeen English]
Sebuah demonstrasi besar-besaran menyapu Jalan Hamra bersejarah di Beirut saat masyarakat bersatu untuk mengecam agresi Israel yang terus berlanjut, pembunuhan harian, dan penghancuran desa-desa perbatasan di Lebanon.
Peserta demonstrasi, termasuk aktivis, tawanan yang dibebaskan, warga dari seluruh Lebanon, dan tokoh seperti tawanan yang dibebaskan Georges Abdallah, menegaskan kembali hak untuk melawan dan menyerukan pembentukan front bersatu melawan pendudukan Israel.
Mereka menyerukan persatuan selama periode kritis ini, menggambarkan Beirut sebagai "ibu kota perlawanan dan keteguhan Arab."
📌 2025-11-22 [Al Mayadeen English]
Bagaimana jika setiap nyawa yang hilang harus dipertanggungjawabkan satu per satu? Ambil contoh Irak. Selama pendudukan AS di Irak, kejahatan terburuk George Ali Bush diwariskan kepada Barack Obama. Jika Obama hanya meminta maaf untuk satu korban sipil serangan drone setiap hari, hal itu akan memakan waktu tiga tahun, tiga tahun permintaan maaf harian untuk serangan drone. Dulu dijuluki sebagai serangan yang sangat presisi dan tepat sasaran, bagian dari apa yang disebut pemerintahan AS sebagai "perang yang bersih", tetapi perang itu sama sekali bukan seperti itu. Dan serangan-serangan itu sama sekali bukan serangan yang tepat sasaran.
Jika Irak mengungkap kebohongan Amerika, Gaza mengoyak topengnya sepenuhnya. Sejak 7 Oktober 2023, perang Israel di Gaza telah menimbulkan kehancuran yang begitu luas hingga waktu pun kesulitan mengukurnya. Jika Netanyahu, Trump, Biden, atau yang disebut komunitas internasional meminta maaf untuk satu korban setiap hari, itu tidak akan memakan waktu tiga tahun, tidak juga 30 tahun, tetapi lebih dari 650 tahun, 6 setengah abad. Jika mereka mulai hari ini, permintaan maaf itu tidak akan berakhir hingga tahun 2675. Itu lebih lama dari usia Amerika Serikat, lebih lama dari masa pemerintahan Kekaisaran Ottoman.
Itulah seberapa dalam luka Gaza. Tapi apa gunanya permintaan maaf? Itu tidak bisa mengembalikan ayah yang membawa pulang hadiah. Ibu yang begadang semalaman bersama anaknya, tawa di antara saudara kandung, kehangatan rumah yang kini tak lagi ada. Hari ini, rakyat Gaza hidup dalam trauma generasional, dimana dunia mereduksi korban jiwa dan luka ke dalam angka-angka.... Angka-angka yang membawa beban seabad pencaplokan, dari mandat Inggris hingga penjajahan oleh Israel yang tak berujung.
📌 2025-11-24 [Resistance News Network]
🚨 Adel Qazzaz, warga kota Dura di selatan #AlKhalil, gugur sebagai syuhada akibat dipukuli secara brutal oleh tentara pendudukan setelah ditangkap saat mencoba menyeberang ke wilayah pendudukan untuk bekerja.
Kemuliaan bagi Para Syuhada
📌 2025-11-24 [Resistance News Network]
🚨 Bara Khairi Maali telah gugur sebagai syuhada setelah ditembak oleh pasukan pendudukan selama bentrokan dengan pemukim di desa Deir Jarir, sebelah timur laut #Ramallah.
Kemuliaan bagi Para Syuhada
Jika arti kemerdekaan adalah Perjuangan, kegigihan, ketabahan, keyakinan dan keimanan, rasa syukur, pantang menyerah…… maka, pedulikah engkau dengan perjuangan dan hak merdeka Rakyat Palestina? Bukankah negeri ini pernah dijajah ratusan tahun lamanya? Bukankah tanahnya subur oleh darah-darah Para Pahlawan Kemerdekaan? Jika demikian, dimana kah kini engkau berdiri ketika penjajah yang dulu pernah menjajah negerimu masih terus menjajah negeri-negeri lain dan sadar tak sadar engkau pun turut berpartisipasi di dalamnya? Engkau menjadi bagian dari yang melawan kah? Atau kah engkau telah menjadi kaki tangan dan budak-budak penjajah dan masih ingin terus menjadi budak penjajah? Berdirilah di sisi yang benar. Jangan sia-siakan darah dan nyawa Para Pahlawanmu, mereka berguguran bukan untuk melihatmu menjadikan bangsa ini sebagai budak penjajah. Bangkitlah!